Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Hadir dengan Dukungan Kemanusiaan Gempa NTT
- Rusli Djunaidi
- 17 Aug, 2026
Kerahkan Tim SAR, Tenaga
Kesehatan hingga Bantuan Logistik Senilai Rp 985,8 Juta
SURABAYA I MaduraNetwork.id –
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka cita mendalam
atas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur
(NTT). Gubernur sekaligus memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan dukungan kemanusiaan ke NTT.
Salah satu bentuk dukungan
Pemprov Jawa Timur dengan mengerahkan personel Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD), menyiapkan tenaga kesehatan, serta mempersiapkan bantuan
logistik untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan,
hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Atas nama pribadi, Pemerintah
Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka
cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang
terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita
di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta,” ujar Khofifah
di Surabaya, Senin (17/8).
“Semoga seluruh korban yang
meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Kepada
keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan, kepada
korban luka semoga segera diberikan kesembuhan, dan seluruh masyarakat
terdampak diberikan kekuatan melewati masa sulit ini,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah menegaskan,
bencana yang melanda NTT merupakan duka bersama yang harus direspons dengan
semangat gotong royong. Menurutnya, solidaritas antardaerah tidak cukup
diwujudkan melalui simpati dan doa, tetapi juga harus diterjemahkan dalam
dukungan nyata yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak.
“Jawa Timur hadir untuk NTT.
Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan
kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan
sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi
agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov
Jatim melalui BPBD Jatim telah memberangkatkan tujuh personel advance menuju
wilayah terdampak pada Minggu (16/8). Enam personel merupakan bagian dari Tim
Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang akan diperbantukan untuk
bergabung dengan Basarnas dan unsur potensi SAR dalam operasi pencarian dan
pertolongan.
Sementara satu personel Pusat
Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) ditugaskan untuk
mendukung pengumpulan, pengolahan, serta sinkronisasi data kebencanaan di
lapangan.
“Enam personel kita memiliki
spesifikasi pencarian dan pertolongan. Mereka akan bergabung dan berkoordinasi
dengan Basarnas serta tim SAR yang sudah berada di lapangan. Satu personel
Pusdalops akan membantu memastikan data dan informasi kebencanaan dapat
dihimpun secara cepat dan akurat,” kata Khofifah.
Selain mendukung operasi
pencarian dan pertolongan, tim advance BPBD Jatim juga melakukan koordinasi
dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat. Tim tersebut sekaligus melakukan
asesmen untuk memetakan kondisi lapangan dan mengidentifikasi kebutuhan
masyarakat yang harus segera mendapatkan dukungan.
Untuk menjaga kelancaran
koordinasi, personel juga dibekali perangkat komunikasi dan dukungan jaringan
yang diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan komunikasi di wilayah
terdampak. Dengan demikian, informasi dari lapangan diharapkan dapat
tersampaikan secara cepat kepada posko dan unsur terkait.
Dukungan Pemprov Jawa Timur juga
diperluas melalui pengiriman tim kesehatan. Tim tersebut akan diperbantukan
untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat bagi korban maupun masyarakat yang
berada di lokasi pengungsian.
“Penanganan pascabencana
membutuhkan kerja bersama. Selain pencarian dan pertolongan, layanan kesehatan
bagi korban dan masyarakat di pengungsian juga menjadi hal yang sangat penting.
Karena itu, kita juga mengirim dukungan tim kesehatan,” katanya.
Dukungan layanan kesehatan
tersebut salah satunya diperkuat melalui pengerahan tim dari RSUD Dr. Soetomo
Surabaya. Tim yang diberangkatkan terdiri atas empat personel tenaga medis yang
meliputi dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat, serta
didukung tim teknis.
Selain tenaga medis, tim RSUD
Dr. Soetomo juga membawa bantuan berupa obat-obatan dan berbagai peralatan
medis yang dibutuhkan dalam penanganan korban gempa, terutama peralatan untuk
mendukung tindakan anestesi dan pembedahan. Dukungan tersebut disiapkan untuk
memperkuat pelayanan medis terhadap korban yang membutuhkan penanganan lebih
lanjut di wilayah terdampak.
Tidak berhenti pada pengerahan
personel dan tenaga kesehatan, Pemprov Jatim juga menyiapkan bantuan logistik
untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.
Bantuan tersebut merupakan
hasil konsolidasi BPBD Provinsi Jawa Timur bersama sumbangsih dari berbagai
Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemprov Jatim. Pada tahap awal, bantuan
yang dikirim mencapai 8,4 ton dengan
nilai Rp985.816.345.
“Ini adalah bentuk gotong
royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari
BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi
saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan,” kata Khofifah.
Secara rinci, bantuan tersebut
terdiri atas 167 unit perlengkapan anak atau kidsware, 125 unit velbed,
masing-masing 2.024 kaleng makanan siap saji berupa nasi goreng ayam, nasi kare
ayam dan nasi opor ayam, serta 432 paket lauk pauk.
Selain itu, turut dikirim
2.076 kaleng Tambah Gizi Koktail, 2.076 kaleng Tambah Gizi Kacang Hijau, 1.600
pack Biskuit Klepon, 2.000 pack Biskuit Minimanis, 1.620 pack Biskuit Marie
Susu, serta 2.160 pack Biskuit Malkist Susu.
Khofifah mengatakan, bantuan
tahap awal tersebut diberangkatkan menggunakan satu unit truk berkapasitas 8,4
ton berangkat dari Pelabuhan Tanjung
Perak Surabaya pada Senin (17/8) pukul 06.00 WIB menuju Ende NTT.
Selanjutnya, bantuan
diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Dermaga
Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, menuju Pelabuhan Soekarno, Ende, Nusa Tenggara
Timur.
Setibanya di Ende, seluruh
bantuan akan langsung diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT
untuk selanjutnya didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak sesuai hasil
pemetaan kebutuhan di lapangan.
“Nantinya total bantuan dari
Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkat tanggal 17
Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus
2026 menuju Labuan Bajo,” katanya.
“Yang terpenting bukan hanya
seberapa banyak bantuan yang kita kirimkan, tetapi bagaimana bantuan tersebut
bisa segera sampai dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat
terdampak. Karena itu, koordinasi dengan BPBD NTT dan tim kita yang sudah
berada di lapangan terus dilakukan,” tegas Khofifah.
Ia menambahkan, pengiriman
tahap awal tersebut merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan Jawa Timur yang
akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi serta hasil asesmen tim di
wilayah terdampak.
“Tim advance kita sudah berada
di lapangan untuk melakukan asesmen. Dari sana kita akan mendapatkan informasi
kebutuhan apa saja yang paling mendesak. Jadi dukungan Jawa Timur akan kita
sesuaikan secara bertahap agar tepat sasaran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya
bagi masyarakat NTT,” ujarnya.
Untuk memperkuat dukungan,
Pemprov Jawa Timur juga membangun koordinasi dengan provinsi-provinsi yang
tergabung dalam Mitra Praja Utama (MPU). Sinergi lintas daerah tersebut
diharapkan dapat memperluas dukungan sekaligus mempercepat mobilisasi sumber
daya yang dibutuhkan dalam penanganan bencana.
Khofifah menyampaikan,
kebencanaan merupakan persoalan kemanusiaan yang tidak mengenal batas
administratif. Karena itu, setiap daerah memiliki tanggung jawab moral untuk
saling membantu ketika daerah lain menghadapi kondisi darurat.
“Bencana tidak mengenal batas
wilayah. Hari ini saudara kita di NTT sedang membutuhkan dukungan. Maka seluruh
kemampuan yang bisa kita sinergikan harus kita maksimalkan untuk membantu proses
pencarian, pertolongan, pelayanan kesehatan maupun pemenuhan kebutuhan
masyarakat,” tuturnya.
Khofifah juga menyampaikan
apresiasi kepada seluruh unsur yang berada di garis depan penanganan bencana,
mulai dari BNPB, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, tenaga
kesehatan, relawan, hingga masyarakat yang bergotong royong membantu para
penyintas.
Ia berharap seluruh proses
pencarian dan pertolongan dapat berjalan lancar sehingga korban yang masih
dalam pencarian dapat segera ditemukan. Di sisi lain, pelayanan dasar bagi
masyarakat terdampak juga diharapkan terus diperkuat seiring dengan
berlangsungnya masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
“Kami mendoakan seluruh tim
yang saat ini bekerja di lapangan diberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan
dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Semoga proses pencarian dan pertolongan
berjalan lancar serta masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan
pelayanan dan kebutuhan yang diperlukan,” katanya.
Khofifah menegaskan, Pemprov
Jatim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi
NTT untuk memantau perkembangan situasi. Bentuk dukungan akan terus disesuaikan
berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

